Sejarah Singkat Nusantara Di Era Kerajaan Hindu Budha Dari Masa Ke Masa

Di Sejarah 87 views

Sejarah Nusantara menjadi hal yang musti kita tahu dan pahami benar, Indonesia merupakan Negara yang unik, bukan karena kekayaan alam dan budayanya, namun juga sejarahnya yang membuat banyak orang tertarik untuk mengetahuinya.

Wilayah Nusantara ini terbentang luas dari sabang sampai merauke dan terdapat ribuan pulau dan suku didalamnya serta bahasa yang berbeda-beda pula. Ini jelas menjadi suatu yang unik dan tidak ada Negara manapun di dunia ini kecuali Indonesia.

Indonesia adalah Negara muslim terbesar di dunia, tetapi Indonesia bukanlah Negara Islam karena banyak agama yang diakui di Negeri ini.

Menarik memang jika kita terus mengulas cerita negeri yang kaya ini. Salah satu yang sangat menyedot kalangan peneliti dunia yaitu tentang sejarah kerajaan di Nusantara ini. Sejarah meyebutkan jika sebelum menjadi Hindia Belanda, dulunya Nusantara ini adalah sebuah Negara kerajaan yang sangat makmur dan disegani. Ada banyak sekali kerjaan di Nusantara ini dan semua terbagi kedalam beberapa periode atau zaman yaitu zaman sebelum hindu budha, zaman hindu budha, dan zaman kewalian (masuknya islam ke Nusantara).

Sebelum masuknya Islam ke Nusantara ini, Negeri ini telah lebih dulu makmur dan jaya dengan kerajaan-kerajaan yang terkenal hingga seluruh penjuru dunia. Sebut saja kerajaan Sriwijaya, Singasari, dan Majapahit. Kesemuanya itu adalah kerajaan Hindu Budha.

Sejarah kerajaan Nusantara

Sejarah Singkat Era Kerajaan Hindu Budha di Nusantara

Nusantara atau sebut saja Indonesia mulai berkembang pada zaman kerajaan Hindu-Buddha berkat hubungan dagang dengan negara-negara tetangga maupun yang lebih jauh seperti India, Tiongkok, dan wilayah Timur Tengah. Agama Hindu masuk ke Indonesia diperkirakan pada awal tarikh Masehi, dibawa oleh para musafir dari India antara lain: Maha Resi Agastya, yang di Jawa terkenal dengan sebutan Batara Guru atau Dwipayana dan juga para musafir dari Tiongkok yakni musafir Budha Pahyien.

Pada abad ke-4 di Jawa Barat terdapat kerajaan yang bercorak Hindu-Buddha, yaitu kerajaan Tarumanagara yang dilanjutkan dengan Kerajaan Sunda sampai abad ke-16.

Pada masa ini pula muncul dua kerajaan besar, yakni Sriwijaya dan Majapahit. Pada masa abad ke-7 hingga abad ke-14, kerajaan Buddha Sriwijaya berkembang pesat di Sumatra. Penjelajah Tiongkok I-Tsing mengunjungi ibukotanya Palembang sekitar tahun 670. Pada puncak kejayaannya, Sriwijaya menguasai daerah sejauh Jawa Tengah dan Kamboja. Abad ke-14 juga menjadi saksi bangkitnya sebuah kerajaan Hindu di Jawa Timur, Majapahit. Patih Majapahit antara tahun 1331 hingga 1364, Gajah Mada, berhasil memperoleh kekuasaan atas wilayah yang kini sebagian besarnya adalah Indonesia beserta hampir seluruh Semenanjung Melayu. Warisan dari masa Gajah Mada termasuk kodifikasi hukum dan pembentukan kebudayaan Jawa, seperti yang terlihat dalam wiracarita Ramayana.

Masuknya ajaran Islam pada sekitar abad ke-12, melahirkan kerajaan-kerajaan bercorak Islam yang ekspansionis, seperti Samudera Pasai di Sumatera dan Demak di Jawa. Munculnya kerajaan-kerajaan tersebut, secara perlahan-lahan mengakhiri kejayaan Sriwijaya dan Majapahit, sekaligus menandai akhir dari era ini.

Rangkuman Kronologis Poin Penting Perjalanan dari Tahun ke Tahun

Dari uraian tentang sejarah Nusantara era kearjaan Hindu Budha diatas, terdapat beberapa Kronologis atau Poin penting dari tahun ke tahun yang membuat munculnya kejadian besar sehingga merubah suatu keadaan di Nusantara.

  1. 101 – Penempatan Lembah Bujang yang menggunakan aksara Sanskrit Pallava membuktikan hubungan dengan India di Sungai Batu.
  2. 150 – Kerajaan Salakanagara, berdasarkan Naskah Wangsakerta – Pustaka Rajyarajya i Bhumi Nusantara (yang disusun sebuah panitia dengan ketuanya Pangeran Wangsakerta) diperkirakan merupakan kerajaan paling awal yang ada di Nusantara.
  3. 300 – Kerajaan-kerajaan di asia tenggara telah melakukan hubungan dagang dengan India. Hubungan dagang ini mulai intensif pada abad ke-2 M. Memperdagangkan barang-barang dalam pasaran internasional misalnya: logam mulia, perhiasan, kerajinan, wangi-wangian, obat-obatan. Dari sebelah timur Indonesia diperdagangkan kayu cendana, kapur barus, cengkeh. Hubungan dagang ini memberi pengaruh yang besar dalam masyarakat Indonesia, terutama dengan masuknya ajaran Hindu dan Budha, pengaruh lainnya terlihat pada sistem pemerintahan.
  4. 300 – Telah dilakukannya hubungan pelayaran niaga yang melintasi Tiongkok. Dibuktikan dengan perjalanan dua pendeta Budha yaitu Fa Shien dan Gunavarman. Hubungan dagang ini telah lazim dilakukan, barang-barang yang diperdagangkan kemenyan, kayu cendana, hasil kerajinan.
  5. 400 – Hindu dan Budha telah berkembang di Indonesia dilihat dari sejarah kerajaan-kerajaan dan peninggalan-peninggalan pada masa itu antara lain prasasti, candi, patung dewa, seni ukir, barang-barang logam. Keberadaan kerajaan Tarumanagara diberitakan oleh orang Cina.
  6. 603 – Kerajaan Malayu berdiri di hilir Batang Hari. Kerajaan ini merupakan konfederasi dari para pedagang-pedagang yang berasal dari pedalaman Minangkabau. Tahun 683, Malayu runtuh oleh serangan Sriwijaya.
  7. 671 – Seorang pendeta Budha dari Tiongkok, bernama I-Tsing berangkat dari Kanton ke India. Ia singgah di Sriwijaya untuk belajar tata bahasa Sanskerta, kemudian ia singgah di Malayu selama dua bulan, dan baru melanjutkan perjalanannya ke India.
  8. 685 – I-Tsing kembali ke Sriwijaya, disini ia tinggal selama empat tahun untuk menterjemahkan kitab suci Budha dari bahasa Sanskerta ke dalam bahasa Tionghoa.
  9. 692 – Salah satu kerajaan Budha di Indonesia yaitu Sriwijaya tumbuh dan berkembang menjadi pusat perdagangan yang dikunjungi oleh pedagang Arab, Parsi, dan Tiongkok. Yang diperdagangkan antara lain tekstil, kapur barus, mutiara, rempah-rempah, emas, perak. Wilayah kekuasaannya meliputi Sumatera, Semenanjung Malaya, Kamboja, dan Jawa. Sriwijaya juga menguasai jalur perdagangan Selat Malaka, Selat Sunda, dan Laut China Selatan. Dengan penguasaan ini, Sriwijaya mengontrol lalu lintas perdagangan antara Tiongkok dan India, sekaligus menciptakan kekayaan bagi kerajaan.
  10. 922 – Dari sebuah laporan tertulis diketahui seorang musafir Tiongkok telah datang kekerajaan Kahuripan di Jawa Timur dan maharaja Jawa telah menghadiahkan pedang pendek berhulu gading berukur pada kaisar Tiongkok.
  11. 932 – Restorasi kekuasaan Kerajaan Sunda. Hal ini muncul melalui Prasasti Kebon Kopi II yang bertanggal 854 Saka atau 932 Masehi.
  12. 1292 – Musafir Venesia, Marco Polo singgah di bagian utara Sumatera dalam perjalanan pulangnya dari Tiongkok ke Persia melalui laut. Marco Polo berpendapat bahwa Perlak merupakan sebuah kota Islam.
  13. 1292 – Raden Wijaya, atas izin Jayakatwang, membuka hutan tarik menjadi permukiman yang disebut Majapahit. Nama ini berasal dari pohon Maja yang berbuah pahit di tempat ini.
  14. 1293 – Raden Wijaya memanfaatkan tentara Mongol untuk menggulingkan Jayakatwang di Kediri. Memukul mundur tentara Mongol, lalu ia naik takhta sebagai raja Majapahit pertama pada 12 November.
  15. 1293 – 1478 – Kota Majapahit menjadi pusat kemaharajaan yang pengaruhnya membentang dari Sumatera ke Papua, kecuali Sunda dan Madura. Kawasan urban yang padat dihuni oleh populasi yang kosmopolitan dan menjalankan berbagai macam pekerjaan. Kitab Negarakertagama menggambarkan keluhuran budaya Majapahit dengan cita rasa yang halus dalam seni, sastra, dan ritual keagamaan.
  16. 1345-1346 – Musafir Maroko, Ibn Battuta melewati Samudra dalam perjalanannya ke dan dari Tiongkok. Diketahui juga bahwa Samudra merupakan pelabuhan yang sangat penting, tempat kapal-kapal dagang dari India dan Tiongkok. Ibn Battuta mendapati bahwa penguasa Samudra adalah seorang pengikut Mahzab Syafi’i salah satu ajaran dalam Islam.
  17. 1350-1389 – Puncak kejayaan Majapahit dibawah pimpinan raja Hayam Wuruk dan patihnya Gajah Mada. Majapahit menguasai seluruh kepulauan di asia tenggara bahkan jazirah Malaya sesuai dengan “Sumpah Palapa” yang menyatakan bahwa Gajah Mada menginginkan Nusantara bersatu.
  18. 1478 Majapahit runtuh akibat serangan Demak. Kota ini berangsur-angsur ditinggalkan penduduknya, tertimbun tanah, dan menjadi hutan jati.
  19. 1570 – Pajajaran, ibukota Kerajaan Hindu terakhir di pulau Jawa dihancurkan oleh Kesultanan Banten.

  Baca juga : 7 Keris Ampuh di Indonesia Yang Melegenda Keberadaanya Masih Misteri

Daftar Nama Kerajaan Hindu Budha Di Nusantara

Kerajaan Hindu/Buddha di Kalimantan

  1. Kerajaan Kutai
  2. Kerajaan Sribangun (Buddha)
  3. Kerajaan Wijayapura
  4. Kerajaan Bakulapura
  5. Kerajaan Brunei Buddha
  6. Kerajaan Kuripan
  7. Kerajaan Negara Dipa
  8. Kerajaan Negara Daha

Kerajaan Hindu/Buddha di Jawa

  1. Kerajaan Salakanagara (150-362)
  2. Kerajaan Tarumanegara (358-669)
  3. Kerajaan Sunda Galuh (669-1482)
  4. Kerajaan Kalingga
  5. Kerajaan Kanjuruhan
  6. Kerajaan Mataram Hindu
  7. Kerajaan Kahuripan
  8. Kerajaan Janggala
  9. Kerajaan Kadiri (1042 – 1222)
  10. Kerajaan Singasari (1222-1292)
  11. Kerajaan Majapahit (1292-1527)


Kerajaan Hindu/Buddha di Sumatra

  1. Kerajaan Malayu Dharmasraya (1183-1347)
  2. Kerajaan Sriwijaya (600-1300)

Dari uraian tentang Sejarah Singkat Nusantara di Era Kerajaan Hindu Budha yang kami tampilkan diatas mungkin ada beberapa penyampaian yang dirasa kurang tepat, untuk itu kami mohon koreksi dan masukannya untuk pembenahan dan keaikan bersama.

Sumber: https://id.wikipedia.org/wiki/Sejarah_Nusantara_pada_era_kerajaan_Hindu-Buddha

Tags: #hindu budha #kerajaan #nusantara #sejarah

Ini 3 Bunga Paling Indah Dan Menakjubkan Yang Hanya Ada Di Indonesia
Ini 3 Bunga Paling Indah Dan Menakjubkan Yang Hanya Ada Di Indonesia
nuswantara.info; Bunga merupakan jenis tumbuhan yang memiliki
Fakta Sejarah Kerajaan Sriwijaya Dan Sisa – Sisa Kejayaannya
Fakta Sejarah Kerajaan Sriwijaya Dan Sisa – Sisa Kejayaannya
Kerajaan Sriwijaya adalah salah satu Kerajaan di
Menguak Misteri Harta Peninggalan Majapahit
Menguak Misteri Harta Peninggalan Majapahit
Harta peninggalan kerajaan Majapahit saat ini menjadi
Sejarah Kerajaan Kalingga Dan Ratu Shima
Sejarah Kerajaan Kalingga Dan Ratu Shima
Sejarah Kerajaan Kalingga dan Ratu Shima memang masih

Tinggalkan pesan "Sejarah Singkat Nusantara Di Era Kerajaan Hindu Budha Dari Masa Ke Masa"

Baca Juga×

Top